Blog

Ini Dia Musim yang Mendatangkan Berkah Bagi Perajin Batu Bata di Pekalongan

Hadirnya musim kemarau jadi rahmat untuk perajin batu bata yang ada pada Kampung Kebonrowopucang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa tengah.

Lantaran, kalau dalam musim hujan pengerjaan batu bata merah perlu waktu lebih satu minggu.

Sedang, dalam musim kemarau sesuai ini prosedurnya cuma 3 sampai 4 hari.

Baca Juga :harga bata ringan
Sofan Hadi (58) pengrajin batu bata merah menyatakan produksi dapat bertambah 100 % lebih, cuma karena habiskan waktu 3 hingga sampai 4 hari untuk pengeringan sebelumnya pada akhirnya dibakar.

“Alhamdulillah mas, kemarau jadi rahmat kami waktu produksi batu bata merah,” kata Sofan terhadap Tribunjateng.com, Selasa (11/8/2020) siang.

Dia mengungkap, pada musim kemarau dalam satu hari dianya sendiri dapat menghasilkan 3.000 batu bata merah.

Sedang musim penghujan cuma dapat menghasilkan kurang lebih 1.000 hingga sampai 1.200 batu bata.

Lantas, buat proses pembikinannya sendiri terlalu simpel. Lempung (jawa) yang udah di campur sekam, di campur air sesuai kebutuhan lalu aduk hingga sampai rata serta bikin.

“Batu bata yang udah jadi ditumpuk dalam tempat pembakaran, yang memilah dengan batu bata merah lainnya itu kwalitetnya.”

“Lalu buat harga perbata sendiri dipasarkan Rp 600 rupiah. Alhamdulillah, banyak pemborong yang ada pada tempat Pekalongan serta toko bangunan banyak yang menyenangi produksi kami,” tukasnya.

Disamping itu, Kepala Kampung Kebonrowopucang Slamet Nurudin menyampaikan, dari data yang ada pada Kampung Kebonrowopucang ada 300 kepala keluarga yang menghasilkan batu bata merah.

“Dari 300 KK itu, ada 100 unit gardu atau tempat pengerjaan batu bata merah. Kalaupun keseluruhan produksi dikalikan saja, 1 unit gardu dapat produksi 1.500 batu bata kali 100 gardu, keseluruhan ada 150.000 produksi batu bata,” kata Slamet.

Artikel Terkait :batu bata

Faksinya pula mengungkap, mengapa kampung ini disebut kunci produksi batu bata lantaran dahulu kampung ini persoalan mendapati air bersih waktu kemarau serta tidak tersedianya irigasi.

“Kurang lebih 20 tahun lalu kampung ini tidak ada irigasi serta tanah cuma dapat ditanam padi satu tahun sekali. Maka itu, dahulu penduduk upaya batu bata ini dengan maksud buat meratakan tanah. Angan-angannya, kedepan dapat jadi tanah buat produktif buat pertanian.”

READ  Studio Bangunan Berikan Penawaran Menarik Loh, Yuk Simak

Faksinya menambah, tersedianya perajin batu bata merah ini sangatlah menunjang sekali perekonomian penduduk Kampung Kebonrowopucang. (

Back To Top