Blog

Jangan Lewatkan Alasan Candi Situs Pendem Dipendam dengan Batu Andesit

Club ekskavasi Balai Konservasi Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mendapatkan satu sumuran di Situs Pendem, Kota Batu. Sumuran tertutup batu andesit sedalaman satu mtr.. Sumuran berwujud bujur sangkar memiliki ukuran 2,1 mtr. kali 2,1 mtr.. Lubang sumuran di kedalaman 1,8 mtr. diketemukan batu peripih berwujud bujur sangkar. Panjang batu peripih 49 cetimeter kali 48 cm.. Lubang tengah peripih memiliki ukuran 15 cm. kali 15 cm. dengan kedalaman lubang 38 cm..

Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan waktu diketemukan ada sisa cuilan disamping timur lubang. Berarti peripih pernah dibuka paksa. Peripih dipakai selaku tempat menaruh sesaji. Rata-rata peripih di candi berisi lurusan emas ditulis mantra, batu mulia, sejumlah bijian, serta tersisa abu.

“Sumuran pernah dikeduk awal kalinya, tampak dari sisa lubang pada segi timur dari sumuran yang berwujud lingkaran berdiameter 80 cm.,” papar Wicaksono.

Simak Juga : ukuran batu bata

Eskavasi sesi empat dijalankan 9 hingga sampai 18 November 2020. Ekskavasi Situs Pendem kembali lagi dilanjut sehabis sempat berhenti sebab endemi Covid-19. Club BPCB Jawa Timur mengerjakan ekskavasi buat cari wujud, kelonggaran, serta kegunaan dari susunan bata yang udah tampak hasil dari ekskavasi sesi awal kalinya.

Hasil sumuran pada ekskavasi sesi empat memperkokoh perkiraan awal kalinya yang memperhitungkan stuktur bata kuno yang ada di Situs Pendem sebagai tersisa bangunan candi yang tumbang. Kehadiran candi di situs Pendem tidak ada di dalam catatan tinggalan Purbakala di Indonesia pada era Hindia-Belanda. Tapi ada sumber peristiwa lain, yaitu catatan perjalanan Van Sevenhoven dikatakan satu candi dalam penjajakannya di Malang pada 1812.

Ketika itu, dia melalui Naya yang saat ini jadi Dinoyo, lantas melalui Alu saat ini peluang jadi Ngelo. Sehabis dari Alu, ia menambahkan ke Kaling (Sengkaling). Sehabis dari Sengkaling, Sevenhoven melewati Sungai Brantas serta mendapatkan candi. Dalam catatan perjalanan itu Sevenhoven tidak mengatakan nama candi itu.

Wicaksono menerka kuat candi di Situs Pendem sebagai bangunan candi yang dimaksud dalam Prasasti Sangguran. Catatan Verbeek pada 1836 berisi data Prasasti Sangguran diketemukan di Ngandat, Mojorejo, kurang lebih 1 km dari penemuan Situs Pendem.

READ  Cara Membuat Rumah Bersih, Rapi Dan Nyaman

Artikel Terkait : batu kali

Prasasti Sangguran bertarikh 850 Saka atau 926 Masehi sebutkan satu candi namanya I Si Hyang Prasada Kabhaktyan ing Sima Kajurugusalyan ing Mananjung. Bangunan candi di situs pendem berdiri sampai 1812. Tapi tidak diketemukan kembali pada 1900-an. “Kayaknya bangunan candi berencana disimpan dengan bongkah batu-batuan andesit serta tanah di antara 1812-1900,”papar Wicaksono menambah.

Perkiraan itu diperkokoh penemuan koin mata uang ditulis “Nderland Indie 1825” serta “Java 1810”, dan pecahan mulut botol yang diketemukan antara tatanan bata waktu ekskavasi berjalan. “Kayaknya insiden ini terekam dalam kenangan orang di tempat di waktu dulu. Maka dari itu jadi nama dusun adalah Dusun Pendem,” kata Wicaksono.

Situs Pendem sebagai tersisa bangunan candi yang punyai landasan bangunan bata memiliki ukuran 7,5 mtr. kali 7,5 mtr. yang tersusun dari 6 lapis bata. Dimensi bata memiliki ukuran panjang 35-36 cm., lebar 25-26 cm., serta tebal 9-10 cm.. Wujud bangunan punyai arah fokus 103 derajat dari arah utara kompas.

Back To Top