Proyek Bangunan

Ini Dia Cara Pengolahan Limbah Triplek Jadi Jam Dinding Unik

Bikin produk unik tidak mesti dari barang mahal. Nur Fauzi penduduk Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang mengkreasikan barang bermutu serta berharga tinggi cuma berbahan sisa.

Di tempat memiliki ukuran sekitar 3 x 4 mtr. di samping rumah, Nur Fauzi bikin jam dinding unik bahannya dari triplek sisa. Nampak, tumpukan triplek berikut perabotan teristimewa seperti gergaji triplek, kuas cat serta penggaris berantakan di atas meja.

Tampak Fauzi tengah repot bikin jam dinding punya motif burung. Dengan cermat, dianya sendiri menggambar detil skema di atas triplek yang dapat disulap jadi dinding. Sehabis skema tuntas, Fauzi ambil gergaji serta memangkas lewat cara perlahan-lahan, sama dengan skema yang digambarnya.

“Memang yang sangat sukar ini, waktu penggergajian terutuma sisi lengkungan,” tukasnya. Ditambah, waktu menggergaji itu mesti fokus. Salah sedikit saja, jadi triplek tidak dapat diperlukan lagi. Pria berumur 38 tahun ini baru mengerjakan pewarnaan dengan gunakan cat kayu sehabis proses penggergajian tuntas.

“Sehabis cat kering jadi mulai terpasang angka, jarum dan mesin jam,” katanya. Bukan tidak dengan faktor ia bikin jam dari triplek sisa. Ia selanjutnya ceritakan pengalamannya waktu jadi pekerja bangunan, memandang sangat banyak tumpukan triplek yang dibuang demikian saja. Sampah triplek itu lantas dibawa pulang ke rumah. Dari situlah nampak buah pikiran mau membuat jam dinding.

“Sebab sangatlah simpel, saya coba sekali nyatanya langsung jadi,” papar ia. Tidak dengan pikirkan panjang, Fauzi langsung menjalani usaha pengerjaan jam dinding dari triplek. Tidak cuman berbahan sendiri, kerap ia cari di proyek-proyek yang ada pada kurang lebih tempat tinggalnya.

“Kalaupun memang tidak ada, baru membeli yang baru, namun rata-rata pakek triplek sisa sebab sama pula,” katanya. Dan untuk mesin jam, ia beli di toko teristimewa jam. “Bahan yang membeli ya cuma mesin jam, saya membeli Rp 8 ribu hingga sampai Rp 15 ribu terkait kwalitas. Dan yang lain semua berbahan sisa,” ungkap ia.

Lama-lama, jam dinding triplek kreasinya disenangi pembeli. Pesanan mulai banyak yang datang dari tetangga, rekan hingga sampai rekanan. Pesanan terbanyak malahan dari medsos yang benar-benar terpasang teristimewa untuk membuka lapak. Dalam sehari, rata-rata ia dapat membuahkan tiga jam dinding siap jual. “Memang untuk penjualan cuma melalui medsos,” terangnya.

READ  Jenis Jenis Triplek Dan Harganya Berbagai Ukuran Lengkap

Waktu diberikan pertanyaan harga jualnya, ia jual pada harga Rp 40 ribu – Rp 100 ribu terkait dengan style kreasi jam dinding yang dibuatnya. “Saya pula rata-rata menuruti pameran supaya beberapa orang yang mengetahui,” tandas Fauzi.

Back To Top